SEHARI BERSAMA INDONESIA

08.47

Setiap kali mendengar kata Indonesia, yang terlintas seketika adalah suasana setiap kota asal kami, makanan khas setiap daerah kami, serta berkumpul bersama keluarga besar kami. Inilah yang saya rasakan dan hampir semua teman yang saat ini tinggal di sini merasakan hal yang sama. Yaitu rasa rindu pada tanah air.

Untung saja, suasana kekeluargaan dan kebersamaan kerap kali kami lakukan bersama.
Misalnya saja buka puasa bersama. Merayakan Idul Fitri. Arisan. Rapat kerja pelajar dan pekerja Indonesia. Kegiatan olahraga se-Yamaguchi. Tamasya melihat bunga sakura mekar dan kembang api. Serta acara pertukaran seni antar negara yang diadakan kampus tempat suami studi. Total warga Indonesia se-Yamaguchi sendiri kira-kira mencapai 100 orang, ini sudah termasuk pelajar beserta keluarga, pekerja beserta keluarga dan WNI yang menikah dengan orang Jepang.


Tahun ini adalah tahun kedua saya menetap di Jepang. Banyak suka dan duka. Itu pasti. Kendala bahasa, budaya, makanan, dan banyak perbedaan lainnya. Tetapi hal itu bukan berarti kita tutup mata tutup telinga dengan situasi sekitar. Proses belajar beradaptasi, tanpa harus meninggalkan karakteristik sebagai orang Indonesia. Menjadi point penting dan tugas kami di sini. Bukan saja kami membawa diri kami secara pribadi, melainkan kami membawa nama bangsa kami.

Kesan positif dan mendalam itulah yang ingin kami tinggalkan untuk setiap orang Jepang atau orang asing lainnya yang kami temui disini. Agar mereka tahu, bahwa Indonesia memiliki banyak hal indah yang bisa dinikmati.
Lalu caranya seperti apa?
Salah satu yang kami lakukan adalah mengadakan event satu hari bersama Indonesia.Dimana setiap WNI baik pelajar, pekerja, dan keluarga dilibatkan dalam kepanitiaan untuk sebuah perhelatan besar bertajuk Indonesian Day. Konsep demi konsep acara digodok agar semenarik mungkin. Persiapan yang dilakukan sekitar 5 bulan ini, mendapatkan antusiasme yang sangat baik dari Kedutaan Besar Republik Indonesia dan beberapa sponsor dari tanah air.

Acaranya sendiri diadakan pada tanggal 19 April 2014, dimana event ini terbagi menjadi 2 kategori, yaitu Indoor dan Outdoor.

Kegiatan Indoor berisi tentang pentas seni dan pengenalan budaya Indonesia dari berbagai daerah. Selain itu juga diselingi review singkat tentang pulau-pulau yang ada di Indonesia. Kegiatan indoor sendiri berlangsung dari pukul 13.00 JST. Seni apa saja yang ditampilkan, di antaranya Tarian Saman dari Aceh. Tarian Golek Ayun-ayun dari Yogyakarta. Gamelan Bali. Tarian Muli Batanggai dari Lampung. Tari Rantak dari Jambi dan Tari Topeng dari Betawi.

Dan kegiatan Outdoor berlangsung dari pukul 10.00 JST.
Kegiatan Outdoor, terbagi menjadi beberapa stand, antara lain :





















  • Stand KJRI untuk kepengurusan visa bagi orang-orang Indonesia yang visa tinggalnya mendekati jatuh tempo
  • Stand Departemen Pariwisata
  • Stand permainan tradisional
  • Stan berfoto dengan baju daerah
  • Stand musik daerah
  • Stand makanan Indonesia
  • Stand souvenir khas Indonesi


Saya sendiri menjadi bagian dari stand dapur, bersama ibu-ibu baik pelajar dan istri pelajar menyiapkan beberapa jajanan khas Indonesia. Konsep yang ditawarkan seperti membuka warung makan. Jadi setiap pembeli, setelah memesan dapat menikmati makanannya di meja-meja dan kursi yang telah disediakan panitia.

Makanan yang kami jual adalah makanan khas Indonesia, seperti sate dan bakso. Sedangkan untuk jajanannya, ada klepon, lumpia, martabak, tahu isi, peyek, kerupuk udang dan emping. Sedangkan untuk minumnya sop buah dan wedang jahe.

Nah ini dia tim dapur, saya urutan ketiga dari sebelah kiri.






You Might Also Like

7 komentar

  1. apa mbak komentar orang jepang mengenai masakan Indonesia

    BalasHapus
  2. mereka suka bakso, sate dan nasi goreng

    BalasHapus
  3. ternyata sama aja sama saya seleranya hha

    BalasHapus
  4. Iya yah, makanan mahal itu di sini hehehehe...

    BalasHapus
  5. bahan bakunya susah kah mba?

    BalasHapus
  6. Ada toko online yang menjual bahan makanan Indonesia, seperti bumbu2, daging, kambing, cabe, dll. Tapi kalau ayam sudah mulai banyak yang halal yang masuk di kota tempat aku tinggal. Harganya terjangkau kok. Kurang lebih kalau dirupiahkan sama.

    BalasHapus
  7. ouw ya mba asal samarinda yah?

    BalasHapus

Quote

Quote

Quote

Quote

Follower